MLM atau Multi Level Marketing adalah suatu metode pemasaran suatu produk yang memanfaatkan metode member get member (memasarkan dari orang ke orang atau Mulut Lewat Mulut) dan secara tahapan atau berjenjang.
Nama lain dari MLM adalah Network Marketing, Pemasaran Berjenjang, Direct Selling, atau kadang juga bisa disebut dengan Franchise Berjenjang dan semacamnya.
Menurut ulasan dari majalah terkenal dunia yaitu FORBES, bekerja di bidang MLM juga termasuk salah satu pekerjaan yang bagus sebenarnya dan menjanjikan, Tapi tentunya juga membutuhkan kerja giat dan tidak bisa diam-diam saja. (Forbes adalah majalah terkenal yang mengeluarkan daftar mengenai peringkat-peringkat orang terkaya di dunia yang anda kenal saat ini)
MLM juga seringkali disalah artikan dengan money game ataupun sistem piramida, padahal tidak selalu.
memang ada MLM yang
menerapkan sistem piramida , yaitu MLM dengan skema yang menguntungkan pihak diatas saja ataupun yang menguntungkan perusahaannya saja. Apalagi yang jenis Money Game maka itu sebaiknya dihindari jika ingin aman dan jangka panjang. (jika ingin yang pasti aman bukan tergolong MLM piramida dan bukan money game, maka bisa memilih perusahaan MLM yang telah memiliki ijin SIUPL ataupun DSA. Walaupun tidak semua MLM memiliki ijin tersebut juga karena belum diurus)
Suatu usaha bisa dikatakan sebagai MLM atau Network Marketing adalah bila menggunakan metode mencari member get member secara berjenjang DAN HARUS memiliki produk yang bermanfaat dengan HARGA YANG PANTAS. (hati-hati dengan MLM money game yang memasarkan produk hanya untuk KEDOK saja, padahal produknya adalah produk yang tidak bermutu ataupun produk biasa saja).
Tidak lucu kalau suatu sabun mandi biasa (sabun pada umumnya) tapi dijual dengan harga Rp.2 juta , itu bukan MLM yang benar (kecuali jika sabunnya itu memang dari sabun emas murni betulan hehe..
)
Umumnya perusahaan MLM harus memiliki suatu produk yang Unik dan bisa diandalkan, serta produk tersebut tidak sama dengan produk yang ada di pasaran ataupun yang dijual di toko-toko.
Apakah produk yang dijual di MLM itu bisa terbilang Over dan Kemahalan ?
Jawabannya adalah TIDAK (jika itu adalah MLM yang benar ya).
Rata-rata harga jual untuk produk yang dipasarkan di suatu perusahaan MLM adalah memiliki payout sekitar 40% hingga 60% jika dihitung dari harga jual dan harga modal pokoknya di pabrik (masih gross). HAL INI ADALAH WAJAR , sebab di bisnis MLM tidak memerlukan jalur agen tunggal, agen besar, distributor, toko-toko, bahkan budget iklan yang biayanya bisa mencapai lebih dari 50%, sehingga di perusahaan MLM biaya-biaya untuk hal tersebut dirubah untuk kemudian digunakan sebagai pembayaran bonus komisi para Membernya. (ADIL !)
Jadi bukan berarti produk-produk yang dijual di MLM itu pasti over price, itu adalah Anggapan yang Salah. Selain itu produk yang dijual melalui MLM umumnya adalah produk-produk yang unik dan berkualitas.
Lihat juga bagan di bawah ini untuk skema distribusi usaha konvensional Non MLM:
PABRIK -> Agen Tunggal -> Distributor Besar -> Distributor Kecil -> Toko -> Konsumen
(pembengkakan harga yang terjadi di jalur diatas bisa sekitar 50% lebih termasuk dengan biaya iklan perusahaan)
Untuk skema distribusi MLM maka dirubah skemanya menjadi:
PABRIK -> Member MLM -> Konsumen
Dari ilustrasi diatas tersebut maka pembengkakan harga (mark up) dari Agen Tunggal kepada Toko bisa dipangkas dan dialihkan untuk membayar komisi Member MLMtersebut, sehingga di bisnis MLM sebenarnya sudah sangat fair dan adil.
BISNIS MLM ADALAH BAGUS UNTUK ALTERNATIF INCOME, DAN BISA JANGKA PANJANG
Terjun untuk menggeluti usaha MLM adalah BAGUS, Sekali lagi kami katakan BAGUS ! dan bisa diandalkan sebagai usaha masa depan ataupun menjadi kaya raya jika berhasil, Serta tidak membutuhkan modal yang besar untuk terjun di suatu perusahaan MLM, dan bisnis MLM adalah 100% HALAL. Tetapi tentunya juga membutuhkan kerja keras ya.
MLM yang bagus tidak hanya tergantung pada produk yang Unggul, tetapi harus diimbangi dengan marketing plan (pembagian sistem bonus) yang Baik. Harus adil, tidak timpang, serta bisa diandalkan sebagai pasif income yang besar bila sudah mencapai jenjang tertinggi. Ingat! Pasif Income dan BUKAN Aktif Income nantinya. Karena jika Tujuan Akhir anda adalah aktif income maka lebih baik berdagang biasa (atau trading) dan jangan ikut MLM.
kerja di bisnis MLM harus extra kerja keras diawalnya, untuk kemudian menikmatinya bila jaringan anda sudah berkembang besar.
Untuk terhindar dari perusahaan MLM abal-abal, hendaknya anda memilih perusahaan yang telah memiliki kantor yang jelas, dan perijinan yang jelas. Perusahaan MLM yang legal di Indonesia harus mempunyai ijin usaha SIUPL dari Kementerian Perdagangan, Menjadi anggota APLI (tidak diharuskan), ataupun DSA jika itu adalah perusahaan dari Amerika Serikat (tergantung masing-masing negara pusatnya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar